Kue Terakhir Singa Cengeng



Siang itu, di sebuah hutan rimba, terdengarlah suara tangisan keras. Tangisan itu berasal dari istana raja hutan. Ternyata, sang raja sangat sedih karena kue kesukaannya tinggal satu.

Seorang prajurit mencoba menenangkan raja, tetapi raja tetap bersedih. "Tahukah kamu, prajuritku, kue ini tinggal satu-satunya di hutan ini," ucap sang raja. "Aku sangat sedih jika kue ini hilang. Kue ini mengingatkanku pada ibu."

Prajurit memahami kesedihan raja. Ia membawa sebuah peti kayu untuk menyimpan kue itu agar aman. Raja setuju dengan ide itu dan segera memasukkan kue ke dalam peti.

Kue itu sangat berharga bagi raja karena mengingatkannya pada ibunya yang telah tiada. Namun, raja juga merasa khawatir. Di seluruh hutan, tanaman tandore, bahan utama kue tersebut, sudah tidak tumbuh sejak setahun lalu.

Malam harinya, terdengar suara berisik dari ruang penyimpanan. Tikus-tikus lapar sedang mencari makan. Namun, tidak ada yang peduli. Semua orang tertidur nyenyak. 

Keesokan paginya, raja terbangun dan segera memeriksa peti kayu. "Prajurit! Di mana kueku?"

Prajurit membuka peti kayu. Kue itu sudah tidak ada!

"Waa, waa, waa! Kueku!" Tangis raja pecah.

"Cari kueku di seluruh istana! Tidak boleh ada yang tidur sebelum menemukannya!"

Prajurit dan pasukannya segera mencari kue itu di setiap ruangan. Namun, setelah mencari ke seluruh istana, mereka tetap tidak menemukannya.

"Wahai Ketua, apakah kita tidak bisa tidur malam ini?" tanya salah satu pasukan.

"Tentu saja, raja sudah memerintahkan begitu," jawab Ketua Prajurit.

"Kalau begitu, kita harus mencari cara lain," ujar seorang prajurit.

"Apa idemu?" tanya Ketua Prajurit.

"Bagaimana kalau kita membuat kue baru untuk raja?"

Ketua Prajurit ragu, tetapi karena tidak ada pilihan lain, ia menyetujuinya.

***

Di dapur istana, para prajurit sibuk menyiapkan bahan-bahan. Mereka membaca buku Seratus Resep Makanan Hutan Terbaik. Resep kue kesukaan raja tertulis jelas di sana. Namun, masalahnya, bahan utama, tandore, sudah punah.

"Bagaimana kalau kita ganti dengan tanaman lain, Ketua?" usul seorang prajurit.

"Tanaman apa?" tanya Ketua Prajurit.

"Ini, Ketua. Namanya rambana. Bentuknya mirip tandore. Aku yakin rasanya tidak jauh berbeda."

Ketua Prajurit masih ragu, tetapi akhirnya mereka tetap mencoba membuat kue dengan bahan tersebut.

Setelah selesai, para prajurit membersihkan diri dan membawa kue itu ke hadapan raja. Mereka lega karena berharap bisa segera tidur nyenyak.

"Kenapa kuenya ada dua?" tanya raja heran.

"Maaf, Raja. Kami tidak menemukan kue Anda, jadi kami mencoba membuat yang baru," jelas prajurit.

"Apakah kalian membuatnya dengan benar? Dari mana kalian mendapatkan tandore?"

"Silakan cicipi, Raja. Kami yakin Anda akan menyukainya."

Raja mengambil sepotong kue dan memakannya. "Hap! Nyam, nyam."

Namun, belum sempat raja berkomentar, ia tiba-tiba pingsan!

***

Tabib tua segera dipanggil. Ia memeriksa raja dan bertanya, "Apa yang dimakan raja sebelum pingsan?"

Ketua Prajurit menjelaskan bahwa mereka membuat kue dengan tanaman rambana sebagai pengganti tandore.

Tabib tertawa. "Ha-ha-ha! Lain kali, jangan sembarangan mengganti bahan makanan. Rambana memang mirip tandore, tapi memiliki efek samping yang membuat orang tertidur lelap."

Para prajurit terkejut. "Jadi, bagaimana kami bisa membuat kue tandore yang asli?"

"Tunggu sampai bulan April," ujar tabib. "Tandore hanya tumbuh dua tahun sekali."

"Hah? Oh, ya?" Para prajurit saling berpandangan.

"Tahun ini tandore akan tumbuh kembali. Jika kalian ingin membahagiakan raja, buatlah kue tandore yang asli," pesan tabib sebelum pergi.

***

Beberapa hari kemudian, tanaman tandore mulai tumbuh. Para prajurit segera memetiknya dan membuatkan kue tandore yang asli untuk raja.

Ketika prajurit membawa kue itu, raja masih terlihat murung. Namun, begitu tahu bahwa kue itu dibuat dari tandore asli, wajahnya langsung berbinar.

Raja mencicipinya. "Hap! Nyam-nyam-nyam!" Matanya terbelalak. "Ini rasanya seperti buatan ibu!"

Raja sangat bahagia. Ia menghabiskan kuenya dengan lahap. Sejak saat itu, tangisnya tidak pernah terdengar lagi.

Para prajurit pun lega. Kini, mereka bisa tidur nyenyak tanpa harus mendengar tangisan raja setiap hari.


Glosarium

  1. Tandore: Sebuah tanaman langka di hutan yang hanya tumbuh setiap dua tahun sekali. Buahnya digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan kue kesukaan Raja Singa.

  2. Ramban: Tanaman yang bentuknya mirip dengan tandore, tetapi memiliki efek samping menyebabkan kantuk jika dikonsumsi. Tanaman ini digunakan prajurit sebagai pengganti tandore dalam pembuatan kue untuk Raja Singa, yang akhirnya membuat raja pingsan.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Sangat unikkk ketika pertama kali mendengar nama "tandore". Saya kira tumbuhan nyata ternyata hasil imajinasi penulis. Sangat luar biasa 🙌

    BalasHapus